skip to main | skip to sidebar
Tampilkan postingan dengan label Kata-Kata Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata-Kata Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Oktober 2010

Kata-Kata Inspirasi (4)

0 komentar
Hatimu yang mudah merasa kasihan itu
tidak lemah, tetapi justru tanda
bahwa engkau adalah jiwa yang disiapkan
bagi peran pelayanan yang besar.

...Hati yang kasar dan kejam
tidak akan mampu mengemban tugas
untuk membahagiakan sesama.



Hatimu yang mudah pedih
melihat penderitaan sesama itu
adalah rahmat Tuhan.

Bersyukurlah,
dan segeralah gunakan rahmat itu
dalam pekerjaan yang membaikkan
hidup banyak orang.

by: Mario Teguh


Sabtu, 02 Oktober 2010

Kata-kata Inspirasi (3)

2 komentar
Bukan hanya setiap perkataan kita disaksikan,
tapi setiap perbuatan juga dihitung.

Itu sebabnya orang yang gemar mengurangi timbangan,
pasti dikurangi kedamaiannya, dipincangkan hidupnya,
...dan dilebihkan masalahnya. Hidupnya seperti timbangan rusak.


Jika engkau merindukan kedamaian, berlakulah lebih adil.
Jadilah pribadi yang berkasih-sayang.

Karena,

Engkau tak mungkin berlaku adil, tanpa mengasihi.


Kamis, 23 September 2010

Kata-kata Inspirasi (2)

0 komentar
Ada orang yang mengumpulkan dan membawa puing-puing kegagalannya di masa lalu, untuk menghalangi perjalanannya ke masa depan.

Yang terjadi di masa lalu adalah pelajaran bagi penguatan Anda, dan tidak boleh digunakan sebagai beban dan pelemah upaya Anda hari ini.


BERDAMAILAH DENGAN MASA LALU ANDA.
...
Jadilah pribadi yang damai, jujur, dan bekerja keras bagi masa depan yang baik

by : Mario Teguh

Rabu, 22 September 2010

Kata-kata Inspirasi (1)

0 komentar
Kebiasaan adalah hal-hal kecil
yang kita lakukan berulang-ulang sepanjang waktu.

Keburukan yang menjadi kebiasaan,
memiliki kekuatan hebat
...untuk memaksa kita mendahulukannya,
rakus merampas waktu dan tenaga,

merusak hubungan baik dengan orang lain,
dan menjadikan kita orang tua yang renta dalam kemiskinan.

Kebiasaan buruk adalah cara yang enaknya sementara,
tetapi yang kerusakannya sampai ke akhirat.

by : mario teguh